Tour Dieng – Wisata kuliner khas Dieng terasa semakin menarik ketika udara dataran tinggi mulai dingin. Semangkuk mie berkuah kental, tempe yang baru diangkat dari penggorengan, nasi dengan lauk rumahan, hingga minuman herbal hangat memiliki pengalaman yang berbeda ketika disantap di tengah kabut pegunungan.
Kuliner Dieng juga tidak berhenti pada mie ongklok. Ada nasi megono untuk sarapan, hasil pertanian seperti kentang dan jamur, hingga carica yang justru lebih cocok dibawa pulang. Tujuh tempat berikut menawarkan fungsi berbeda sehingga perjalanan kulinermu tidak terasa seperti mencicipi menu yang sama berulang kali.
Kedai Ongklok Dieng

Credit: Momopururu
Mie ongklok menjadi pembuka paling masuk akal untuk mengenal kuliner Wonosobo. Di Kedai Ongklok Dieng, mi, kol, dan kucai disajikan dengan kuah kental bercita rasa gurih-manis, lalu dapat dilengkapi sate serta minuman hangat.
Tekstur kuahnya cukup khas sehingga pengalaman pertama bisa terasa menarik sekaligus tidak selalu cocok untuk semua lidah. Saat musim liburan atau jam makan, waktu tunggu dapat meningkat cukup jauh. Lebih nyaman datang di luar jam sibuk, terlebih jika kamu ingin menikmati makanan tanpa terburu-buru.
RM Sederhana Nasi Megono

Credit: Wanderlog
Untuk sarapan, RM Sederhana Nasi Megono menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan warung lokal. Tempatnya berada di lingkungan rumah warga dengan sistem prasmanan, membuat kamu dapat memilih nasi dan lauk yang tersedia pada hari tersebut.
Nasi megono menjadi menu yang patut dicoba karena rasanya sederhana, gurih, dan cocok sebagai pengisi tenaga sebelum berkeliling Dieng. Jangan terlalu terpaku pada satu lauk tertentu karena menu prasmanan dapat berubah atau habis. Parkir mobil juga relatif terbatas.
Baca Juga: 9 Makanan Khas Dieng yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Warung Mbok Suli Dieng

Credit: Google Maps Review
Warung Mbok Suli menarik ketika kamu ingin mencicipi beberapa unsur kuliner Dieng dalam satu kali makan. Tempe kemul, masakan jamur, makanan berkuah, dan kopi purwaceng memberi kombinasi yang terasa pas dengan udara pegunungan.
Tempe kemul paling menyenangkan disantap segera ketika masih renyah, sementara soto atau hidangan berkuah dapat membantu menghangatkan badan. Saat long weekend, kapasitas tempat dan waktu penyajian perlu diperhitungkan. Udara Dieng yang dingin juga membuat makanan panas lebih cepat kehilangan suhunya.
Rumah Makan Bu Tie Dieng

Credit: Google Maps Review
Rumah Makan Bu Tie memberi gambaran sarapan rumahan yang lebih sederhana. Pilihannya dapat berupa nasi putih atau nasi kuning dengan sayur, orek tempe, telur, ayam, sambal, dan berbagai masakan harian.
Konsep ambil sendiri membuat kamu bebas menyusun porsi sesuai selera, tetapi pahami terlebih dahulu cara penghitungan lauknya. Seperti warung prasmanan lain, kondisi penyajian dan pilihan makanan bisa berubah sepanjang hari. Perhatikan kebersihan display sebelum mengambil lauk.
Baca Juga: 6 Kuliner Khas Dieng Wonosobo yang Bikin Nagih
Warung Makan Mbak Yati Dieng

Credit: Instagram
Warung Mbak Yati membawa perjalanan kuliner lebih dekat dengan hasil pertanian Dieng. Oseng kentang, sayuran, tempe, masakan jamur, hingga lauk rumahan membuat pengalaman di sini tidak bergantung pada makanan ikonik yang biasa muncul di daftar wisata.
Lokasinya berada di area Terminal Wisata Dieng sehingga pengunjung pertama mungkin perlu sedikit mencari. Karena sistemnya prasmanan, anggap daftar lauk sebagai gambaran, bukan menu yang selalu tersedia. Justru perubahan menu tersebut menjadi bagian dari pengalaman makan rumahan.
Losmen Bu Djono

Credit: Tripadvisor
Losmen Bu Djono lebih tepat dinikmati sebagai tempat makan old-school di tengah aktivitas Dieng. Makanan sederhana seperti kentang, tempe kemul, mi rebus, minuman jahe, kopi, hingga kue pisang terasa relevan setelah seharian menghadapi udara dingin.
Jangan datang dengan ekspektasi restoran kuliner besar. Nilainya justru berada pada suasana tempat singgah lama dan makanan hangat yang sederhana. Lokasinya yang strategis juga memudahkan kamu berhenti tanpa harus membuat agenda kuliner khusus berjam-jam.
Carica Sunrise

Credit: Wikipedieng
Perjalanan dapat ditutup dengan rasa yang lebih segar di Carica Sunrise. Manisan carica menjadi produk khas Wonosobo yang cocok sebagai penutup setelah beberapa menu gurih dan hangat, sekaligus praktis dibawa pulang.
Selain carica, kamu dapat menemukan produk seperti purwaceng, olahan kentang, jamur, dan berbagai oleh-oleh khas lainnya. Karena tersedia banyak merek dan kemasan, rasa manis, tekstur buah, maupun komposisinya bisa berbeda. Tempat ini lebih tepat untuk culinary shopping daripada makan lama di lokasi.
Baca Juga: Paket Tour Dieng 2 Hari 1 Malam
Saat musim liburan, sisakan waktu lebih panjang karena restoran populer dapat ramai. Untuk warung prasmanan, jangan menganggap seluruh lauk selalu tersedia. Udara dingin juga membuat makanan cepat kehilangan suhu, sehingga hidangan berkuah dan gorengan sebaiknya segera dinikmati setelah tersaji.
Labiru Tour dapat membantu menyusun perjalanan Dieng dengan transportasi, penginapan, wisata alam, dan waktu makan yang lebih nyaman. Dengan itinerary yang tidak terlalu padat, mencicipi kuliner lokal dapat menjadi bagian dari perjalanan, bukan sekadar berhenti cepat sebelum menuju destinasi berikutnya.